Luar biasa Allah dengan segala penciptaanNya, dan dengan itu manusia dituntut untuk terus berfikir.
Telinga dan mulut merupakan salah satu bukti kuasanya Allah atas manusia, manusia dituntut untuk menjaga kesehatannya karena hal tersebut merupakan ibadah, pernah terbayang atau bahkan merasakan bagaimana jika dua indra tersebut sakit?, Luar biasa pasti ketimpangan tubuh yang akan terjadi, aktivitas sehari-hari yang biasanya mudah pasti menjadi sulit dan tidak nyaman, maka kemudian terkadang dokter THT menjadi alternatif.
Orang tua mengatakan dua telinga dan satu mulut, Memiliki filsafat bahwasanya kita harus lebih banyak mendengar dari pada berbicara. Telinga dengan posisi imbang kanan dan kiri menurut filsafat saya memiliki arti, kita harus berimbang mendengar dari dua buah sisi jika terkait sebuah perkara, dan mulut ditengah-tengah wajah memiliki arti, kata yang kita keluarkan sebisa mungkin tidak memihak sisi kanan ataupun kiri (adil), dan memang luar biasa indah jika itu bisa dilakukan.
Siapapun manusia yang hidup, pasti tidak ingin menjadi kelas dua, posisi pembantu ataupun kaum protolerat, dengan alasan itulah perlawanan untuk menghabisi diskriminasi terus dilakukan hingga hari ini, melekat dalam ingatan bagaimana nabi Muhammad berusaha menyatukan umat tanpa dibatasi kelas, bagaimana Martin Luther king melawan ketidak adilan dan diskriminasi dalam pemerintahan Amerika terhadap warga kulit hitam, dan bagaimana gigihnya Anna dalam melawan ketidakadilan dan diskriminasi perempuan untuk memiliki hak politiknya di Amerika, serta masih banyak pejuang-pejuang lain yang akan muncul, yang akan berusaha membebaskan diri dan kaumnya dari diskriminasi dan ketidakadilan.
Menjadi pemimpin yang adil merupakan sebuah pekerjaan yang berat dan sulit, namun bukanlah pekerjaan yang tidak mungkin untuk dilakukan, nabi Muhammad merupakan contoh nyata yang bisa diteladani untuk menjadi pemimpin yang adil, atau kalau menganggap contoh tersebut terlalu luar biasa, masih banyak contoh lainnya baik tokoh dunia maupun tokoh lokal yang dapat diteladani. Dan jika seandainya memiliki kesadaran awal akan ketidak mampuannya bersikap adil,sebaiknya jauhkan mimpi menjadi pemimpin, karena Allah telah jelas menggariskan hukuman bagi si "pemimpin yang tidak adil" dan reward bagi pemimpin yang adil.
Adil dan diskriminatif, memang abstrak namun dapat dirasakan, ketika semua yang dipimpinnya sebagian besar merasa bahagia, hubungan dalam interaksi menjadi harmonis dan sistem yang bekerja saling bahu membahu menjaga, kemungkinan besar adil sudah tercapai atau kalau tidak percaya tanya aja ama pak haji...😂, oops maksudnya coba ukur keberhasilannya dengan alat ukur apapun yang dilakukan oleh tim independen.
Maka berusahalah menjadi pemimpin yang adil dan tidak diskriminatif seperti halnya mulut yang hanya satu dan letaknya pas ditengah wajah dan dua telinga yang letaknya imbang kanan dan kiri. Karena sesungguhnya janji-Nya telah pasti bahwa pemimpin yang adil itu sangat dekat dengan-Nya.
0 Response to "Pemimpin yang Adil"
Post a Comment